7 Tipe Orang yang Tidak Akan Pernah Sukses

KOMPAS.com – Setiap orang pasti ingin sukses dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya. Namun percayalah kalau sifat dan kepribadian Anda sendiri akan memengaruhi kesuksesan dalam bekerja. Dalam hubungan kedua hal ini, ada tujuh kepribadian orang yang dinilai tidak akan pernah sukses dalam pekerjaannya.

1. Orang yang mudah tertipu
Percaya pada perusahaan itu boleh-boleh saja, tapi hati-hati jangan terlalu mudah percaya pada semua hal. Ketika pimpinan kantor mengatakan sesuatu yang mungkin Anda sendiri tahu bahwa alasan ini sangat dibuat-buat maka ada baiknya untuk tidak diam saja dan menerimanya. Misalnya, “Anda tidak mendapatkan promosi di tahun ini, tapi pasti di tahun depan.”

Anda boleh saja kok untuk sedikit bernegosiasi dengan hal ini. Ibaratnya, sama seperti saat Anda membeli mobil tanpa menawar. Jika Anda berusaha untuk keluar dari dealer maka si penjual pasti memberi diskon untuk Anda. Dalam pekerjaan hal ini juga berlaku.

Dengan berbagai ucapan ini, perusahaan sebenarnya ingin bernegosiasi dengan Anda. Tujuannya adalah mereka ingin mendorong Anda untuk bekerja lebih baik dan membuat Anda bertahan di perusahaan tersebut, tapi di sisi lain mereka ingin menghemat uang perusahaan, menahan kenaikan gaji, promosi jabatan. Kalau sudah begini, jangan hanya menerimanya saja, Anda harus memperjuangkan hak Anda.

2. Groupthinker
Groupthinker atau para pemikir kolot yang berkelompok adalah masalah psikologis yang merajalela di tempat kerja. Semakin lama Anda bekerja di sebuah perusahaan maka populasinya akan semakin besar. Akhirnya terbentuk kumpulan karyawan senior yang kurang mawas dengan perkembangan di luar. Orang-orang ini adalah alasan mengapa banyak hal di kantor tidak diperbaharui, seperti misalnya; teknologi kantor, kebijakan yang sudah ketinggalan jaman, atau hal-hal lainnya di kantor yang tidak diperbaharui. Dalam tim kerja kolot ini Anda akan selalu mendengar kalimat “Kamu tidak bisa melakukan itu, karena kami tidak terbiasa melakukannya dan ini tidak seperti yang biasanya selalu dilakukan di kantor!”

Sangat mudah melihat tipe orang seperti ini, terutama jika Anda adalah orang baru di kantor. Grupthink ini biasanya duduk bergerombol bersama-sama dan ngobrol serta mengungkapkan hal-hal aneh, dan selalu mengeluh setiap ada tugas atau hal baru yang diterapkan di kantor. Kalau menemukan hal seperti ini, sebaiknya Anda hindari dan jangan bergabung dengan kelompok ini. Kelompok ini akan mengganggu karier dan membuat Anda justru jadi bodoh.

3. Orang yang terlalu takut
Seperti biasa, orang akan melakukan hal konyol ketika mereka takut. Orang-orang seperti inilah yang akan menyebabkan masalah serius di tempat kerja. Misalnya ketika mereka takut dipecat, maka ketika kantor menemukan sebuah kesalahan dalam pekerjaan tim, jangan kaget kalau ia akan menumpukan semua kesalahan pada Anda. Orang seperti ini akan selalu mencari aman untuk posisinya sendiri sekalipun mereka harus mengorbankan Anda.

4. Orang yang apatis
Sesekali mengambil cuti kerja tentu tak masalah. Namun tak dimungkiri kalau ada saja teman kerja yang sirik dengan masa cuti Anda ini. Apalagi kalau dia tahu-tahu selalu menghubungi Anda untuk masalah pekerjaan atau justru malah menyindir Anda karena bersenang-senang, sementara mereka harus bekerja keras saat Anda cuti. Menyebalkan pasti!

Tak cuma itu saja, orang apatis juga sering menunjukkan sikap egois. Anda mungkin pernah menjadi korban si apatis saat bekerja. Salah satunya mungkin dengan kalimat “Kamu lembur yah, tolong kerjakan yang ini soalnya saya harus pulang cepat anak-anak sudah menunggu,” Apa maksudnya sih? setiap orang kan juga punya urusan, tapi nggak begini juga caranya. Tak ada salahnya sesekali mengasihani orang-orang seperti ini, tapi usahakan agar Anda tak jadi rekan kerja yang apatis juga.

5.  Si pecundang yang selalu berpikir negatif
Setiap kali Anda berhasil dalam pekerjaan atau mendapatkan pujian dari si bos, pasti ada saja rekan kerja yang sirik dengan hal ini.

Seorang pecundang akan berpikir bahwa Anda bisa mendapatkannya dengan cara yang tidak baik, atau karena adanya dukungan dari seseorang yang punya posisi kuat, atau buruknya, ia berpikir ini hanya keberuntungan semata.
Anda memang tak bisa menghentikan atau mengubah pikiran orang-orang seperti ini. Satu-satunya melawan si pecundang adalah dengan memberinya berbagai kejutan dengan keberhasilan Anda yang terbaik setiap waktu. Ini akan menghilangkan si pecundang, satu per satu sekaligus meningkatkan nilai di mata bos dan meningkatkan penghargaan pada diri sendiri.

6. Si biang gosip
Kalau bertemu tipe teman kantor seperti ini pasti ujung-ujungnya bergosip dan ngomongin orang. Ada gosip ringan dan ada juga gosip yang sudah menjurus ke arah bahaya. Jika Anda berusaha untuk masuk ke dalam kelompok yang seperti ini, maka dijamin karier pasti kacau.

7. Orang yang gemar minta maaf
Salahkah minta maaf? Tentu tidak salah selama Anda memang benar-benar sudah melakukan sesuatu yang salah. Namun ketika tak melakukan kesalahan apa gunanya minta maaf?

Mungkin Anda sering mendengar atau justru sering melakukannya permintaan maaf tanpa kesalahan ini. Misalnya, “Maaf ya kalau presentasi saya kurang bagus,” “Maaf ya kalau pekerjaan saya kurang bagus,” “Maaf ya kalau website saya jelek,” dan lain-lainnya.

Kata-kata maaf di kalimat ini tidak salah karena Anda tak bermaksud untuk sombong (sekalipun pekerjaan Anda sangat bagus). Sebaliknya, justru kalimat ini menunjukkan kepercayaan diri yang sangat rendah. Yang harus dilakukan adalah jadi lebih percaya diri namun tidak sombong.

Sumber :Forbes

5 Kesalahan Steve Ballmer Saat Memimpin Microsoft

Tahun 2001 menjadi dimulainya era kepemimpinan Steve Ballmer di Microsoft. Dia menggantikan kawan lamanya, Bill Gates menjadi CEO di Microsoft.

Selama 12 tahun memimpin raksasa software tersebut, Ballmer terbilang banyak menimbulkan pro dan kontra mengenai keputusan yang dibuatnya. Apalagi tak sedikit orang masih membanding-bandingkan dirinya dengan Bill Gates, yang tidak lain memang adalah salah satu pendirinya.

Cibiran yang diarahkan ke Ballmer semakin menjadi ketika selama satu dasawarsa kepimpinannya, Microsoft dengan Windows mulai goyah posisinya sebagai sistem operasi komputer dominan.

Tak hanya di segmen komputer desktop, di pasar sistem operasi mobile pun Microsoft yang punya Windows Mobile tak berkutik, sampai akhirnya Ballmer me-reboot-nya menjadi Windows Phone.

Sebagai seorang CEO, Ballmer juga mempunyai kesalahan. Berikut 5 kesalahan yang pernah dibuatnya dan menimbulkan kontroversi yang beberapa di antaranya berujung pada kegagalan. Seperti yang detikINET kutip dari berbagai sumber, Selasa (27/8/2013).

1. Windows Vista

 

Microsoft pernah menuai kesuksesan yang luar biasa saat meluncurkan Windows XP, namun tidak dengan Windows Vista. Ini adalah prestasi minor Microsoft dan Steve Ballmer.

Kritikan tajam yang diarahkan ke Vista tak terelakan lagi banyaknya. Malahan, Vista dianggap ‘pecundang’ karena antarmukanya yang sulit digunakan dan jauh lebih rumit.

Bahkan Steve Ballmer menyebut bahwa Windows Vista adalah penyesalan terbesarnya selama 33 tahun berkarir di Microsoft.

“Saya sebenarnya punya banyak kesempatan berbuat kesalahan. Mungkin ini karena perusahaan ingin fokus di periode A, atau periode B. Tapi hal yang paling saya sesali adalah mengenai apa yang kami lakukan terhadap Vista,” ujarnya.

Dikatakannya, Windows Vista boleh dibilang OS yang menimbulkan banyak masalah. Ballmer mengakui jika OS tersebut adalah sebuah blunder dan kegagalan terbesar Microsoft.

2. Kin

 

Tahun 2010, Microsoft memperkenalkan Kin sebagai ponsel besutannya sendiri. Kehadirannya saat itu diharapkan mampu membendung eksistensi iPhone dan Android yang mulai merambat.

Sayangnya, Kin yang memiliki kerjasama terbatas dengan operator di Amerika Serikat (AS), tak butuh lama untuk dimatikan.

Ini oleh sebagaian pengamat dianggap kegagalan dan kesalahan yang dibuat oleh Microsoft. Apalagi saat itu Windows Mobile yang ingin bangkit malah semakin terpuruk.

Secara spesifikasi, Microsoft memperkenalkan Kin One dan Kin Two. Kedua ponsel layar sentuh plus keyboard geser itu memiliki perbedaan pada ukuran, One lebih kecil dan Two lebih besar.

Microsoft pun memperkenalkan fitur bernama Loop, Spot dan Studio. Fitur-fitur itu diklaim akan membantu pengguna jejaring sosial untuk terus aktif lewat Kin.

Loop adalah layar utama dari Kin. Layar ini akan selalu menampilkan hal terbaru dari account Facebook, MySpace, Twitter dan layanan jejaring sosial lainnya.

Sedangkan Spot merupakan fitur yang memudahkan berbagi di jejaring sosial. Konten (foto, video, halaman web, lokasi atau status) dan orang yang dituju bisa ‘diseret’ ke dalam Spot, lalu pengguna Kin bisa memilih dengan cara apa ia akan berbagi konten.

3. Bing & Kegagalan Menguasai Yahoo

 

Google mulai meraksasa sebagai mesin pencari. Sadar akan bahaya ini, Microsoft mulai mencegahnya dengan menawarkan solusi alternatif. Ada opsi paling potensial saat itu, mengakuisisi Yahoo.

Yahoo yang masih kuat di layanan email dan mempunyai sumber daya bagus di mesin pencari sangat pas bila bergabung dalam unit bisnis Microsoft.

Sayangnya, Jerry Yang — CEO Yahoo saat itu — menolak sejumlah uang yang ditawarkan kepadanya. Padahal, Yahoo sedang butuh dana segar. Alhasil, Yang pun harus rela posisinya dicopot.

Gagal mengakuisisi Yahoo, tim riset & development Microsoft bekerja keras dengan membuat Bing sebagai tandingan Google.

Uang yang digelontorkan tak sedikit. Namun hingga kini, Bing masih belum mengatasi kedigdayaan Google di ranah mesin pencari.

4. Akuisisi Skype

 

Sebagai layanan Voice Internet Protocol (VoIP) yang sedang naik daun, tak ada yang salah bila Microsoft meminang Skype. Namun yang jadi kontroversi adalah, Microsoft mengikatnya dengah harga lumayan tinggi.

Seperti diketahui Vendor software terbesar di dunia itu telah setuju untuk membeli Skype dengan harga USD 8,5 miliar.

Banyak kalangan menilai, akuisisi Skype oleh Microsoft tidak salah. Tapi masalahnya, adalah membeli perusahaan dengan nilai tinggi yang tak menjadi strategi inti perusahaan merupakan suatu kecerobohan.

5. Mencibir iPad & Ironi Surface

 

Cibiran Steve Ballmer terhadap iPad saat pertama kali diluncurkan berbuah hukum karma. Tablet Apple itu melesat tajam dari segi penjualan dan popularitas.

Tak ingin terus-terusan ditekan, CEO Microsoft itu pun melunak dengan menghadirkan Surface sebagai tablet perdananya yang dikemas bersama Windows RT.

Sebelumnya, Surface disebut-sebut sebagai produk hebat. Surface muncul berdasarkan ide menggabungkan fungsi tablet yang lebih bagus namun juga memiliki fitur seperti di PC.

Lantaran permintaan yang tak begitu menggairahkan, Microsoft memutuskan untuk memangkas harga Surface.

Surface memang kurang mendapat respons meriah di kalangan konsumen baik di kalangan pengguna rumahan maupun korporat. Data IDC mengungkap, sejak memulai debutnya Oktober 2012, Surface hanya terjual 900 ribu unit dalam masing-masing kuartal pertama.

Sumber: detik

Repeat Order

Dunia bisnis memang penuh dengan lika-liku yang sulit ditebak. Repeat order adalah salah satu indikator keberhasilan bisnis. Jika pelanggan melakukan pembelian ulang, maka berarti telah puas dengan pelayanan perusahaan dan menjadi loyal. Dalam literatur, banyak penelitian dan teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan pembelian berulang.

Dalam tulisan ini, saya ingin sharing tentang pengalaman saya dalam mendapatkan pembelian ulang pelanggan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan jalan memberikan pelayanan yang tidak biasa kepada pelanggan. Saya kemudian ingat nasehat Pak Mario Teguh, “lakukan hal-hal biasa dengan cara-cara yang luar biasa”.

Nasehat ini sudah saya praktekkan sejak sekian lama, yakni pada tahun 2004. Setelah nasehat itu, saya dalam mengerjakan sesuai selalu bertanya dan berusaha bagaimana caranya agar usaha ini menjadi luar biasa? Dalam hubungan sosial pun saya selalu berusaha untuk melakukan hal yang luar biasa.

Salah satu yang coba saya praktekkan suatu ketika saat menyusun skripsi saya. Skripsi itu sekilas tidak berbeda dengan yang lain, akan tetapi jika pembaca membacanya, akan terlihat suatu bobot yang berbeda. Biasa tapi lebih luar biasa dibandingkan yang lain.

Dalam memberikan pelayanan, saya juga selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik. Pelanggan berhak untuk mendapatkan pelayanan yang ramah, friendly, lancar, reliabel, akurat, cepat dan bergaransi. Dengan pelayanan seperti ini, pelanggan akan dapat melakukan pembelian berulang.

Selama saya melayani, cukup banyak pelanggan yang kembali menggunakan jasa saya, atau merekomendasikan ke teman. Bahkan ada yang sampai ngotot memaksa untuk membantu padahal saya sudah bilang tidak bisa membantu. Ini saya anggap sebagai bentuk penghargaan dan kepercayaan pelanggan.

10 Rahasia Para Miliarder yang Tak Diketahui Banyak Orang

Liputan6.com, New York : Saat ini, melihat orang kaya bukan lagi hal yang aneh atau mengagumkan. Namun, kecemburuan sosial ternyata masih banyak ditemukan justru di kalangan para miliarder sendiri.

Seperti dilansir dari Business Insider, Selasa (13/8/2013), Reuters melaporkan pada 2009 terdapat sekitar 7,8 juta miliarder di Amerika Serikat. Banyak orang kaya tinggal saling berdekatan, bahkan bertetangga di sana.

Meski begitu, bisa jadi Anda tak menyadari bahwa tetangga Anda yang berdandan biasaadalah seorang miliarder. Sikap yang sederhana dari seorang miliarder, juga bisa dianggap aneh di kalangannya.

Dalam lingkungan konglomerat, sikap sederhana bisa membuat Anda dianggap bukan miliarder. Namun jangan salah, miliarder yang sebenarnya memang sulit dikenali.

Berikut gaya dan sikap para miliarder kaya raya yang jarang diketahui orang lain:

1. Para miliarder selalu mengeluarkan uang lebih sedikit dari pendapatannya. Baginya, lebih baik jadi kaya secara sembunyi-sembunyi daripada terang-terangan jadi orang miskin.

2. Konglomerat biasanya tahu bahwa kesabaran bernilai tinggi. Tak ada seorang pun yang berubah jadi miliarder dalam waktu semalam. Jika Anda ingin menirunya, rajinlah menabung sejak usia muda dan berhentilah berfoya-foya.

3. Dia (miliarder) sangat menyadari uang tak membeli kebahagiaan. Jika Anda mencari surga, makan Anda harus fokus untuk bebas dari persoalan keuangan.

4. Berkaitan dengan poin sebelumnya, dia memahami, kebebasan finansial berarti bebas dari segala utang. Berapapun pendapatan Anda, setiap utang pasti bisa dilunasi.

5. Para miliarder paham bahwa pekerjaan tambahan akan menambah tabungan di rekeningnya dan membuatnya semakin sibuk. Kesibukannya tersebut akan menyita banyak waktunya dan membuatnya kesulitan menghabiskan uang yang dimilikinya.

6. Uang tak bisa berkembang dengan sendirinya, dan para miliarder memahaminya dengan baik. Anda tak bisa mengharapkan uang Anda tumbuh dengan sendirinya tanpa kemampuan mengelola dengan baik.

7. Gagal merencanakan sama dengan merencanakan untuk gagal. Para miliarder menghabiskan banyak waktu untuk membuat rencana bisnis, tak cukup hanya ingin saja.

8. Meskipun dia memiliki pekerjaan yang sangat dia senangi, dia tak perlu bekerja lagi. Hal tersebut karena semua kemampuan yang dimilikinya menghasilkan uang, dan dilakukannya selama bertahun-tahun.

9. Para orang kaya ini mengerti dirinya tak akan selamanya muda. Maka mereka akan mulai menabung sejak usia 20-an agar bisa memperoleh dalam jumlah besar di kemudian hari.

10. Dia tak pernah iri jika miliarder lain membeli mobil mewah dan tinggal di rumah megah, karena dirinya juga mampu membelinya. (Sis/Ndw)

Menikmati Pertumbuhan Industri Pariwisata Jogja

Pariwisata merupakan salah satu sector penyumbang pertumbuhan ekonomi. Saat ini pembangunan hotel dan restoran di Yogyakarta semakin meningkat. Tahun ini, jumlah kamar di seluruh hotel bintang maupun non-bintang sebanyak 12.500 kamar. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 24.000 kamar pada 2014 (PHRI DIY, 2012). Semakin banyak hotel dibangun dan pembukaan obyek daya tarik wisata yang baru, bukan berarti mengurangi wisatawan, justru yang terjadi adalah peningkatan wisatawan yang datang. Aktivitas restoran (kuliner) tak kalah seru dibanding pembangunan hotel di Jogja. Beragam menu ditawarkan pengusaha, di berbagai lokasi strategis seantero penjuru kota. Sebagian besar dari kedai mereka setiap hari dipadati oleh tamu yang mengantre untuk melahap menu yang disajikan.

Peningkatan jumlah wisatawan semakin ditunjang dengan semakin meningkatnya pendapatan masyarakat, sehingga mereka membutuhkan rekreasi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Saat ini, berwisata di akhir pekan, hari libur nasional atau libur keagamaan sudah menjadi trend bagi masyarakat Indonesia. Paket favorit yang wisatawan inginkan adalah berkunjung ke tempat wisata (gunung, wisata buatan, laut) kemudian berburu kuliner sebelum akhirnya pulang. Ada juga yang sekedar perjalanan silaturahmi di sanak saudara/teman/kolega kemudian mampir mencicipi kuliner.

Kondisi ini menggambarkan betapa besarnya potensi pariwisata di Jogja (Jogja Raya: Jogja, Sleman, Gunungkidul, Bantul). Potensi ini juga terlihat pada event tahun baru yang lalu, wisatawan tumpah ruah dating ke Jogja dari berbagai pelosok nusantara. Berbagai tempat wisata, mulai dari gunung, kota sampai pantai dijejali wisatawan yang menghabiskan malam pergantian tahun. Pada akhir pekan pun, kota ini mengandung mendadak berubah menjadi magnet yang menarik wisatawan dating menikmati stiap sudut kota.

Usaha-usaha yang melayani perjalanan dan akomodasi wisatawan masih cukup prospektif. Perjalanan wisata seperti: tour and travel, rental motor dan  mobil, ticketing, guide, paket-paket wisata akan terus berkembang. Akomodasi wisata seperti: hotel/penginapan, food and beverage, berbagai jenis kuliner niscaya dicari wisatawan. Peluang yang tidak kalah menarik adalah penciptaan obyek wisata baru seperti berbagai aksesoris, desa wisata, wahana outbond dan sebagainya.

Anda tertarik dengan peluang ini?

Malinda Dee, orang bodoh dan orang pintar

Ada cerita mengenai payudara raksasa Malinda Dee
KPK bingung bagaimana menangani kasus korupsi Malinda Dee?
Coba dibantu rekan-rekan
1.Bila terbukti payudara Malinda Dee hasil operasi silikon yg dibayar dgn uang hasil Korupsi… Apakah payudara itu bisa disita polisi?
2.jika disidangkan apakah payudara tsb juga harus diperlihatkan sebagai barang bukti???
3.bila ada pria yg pernah menikmati payudara tsb..apakah bisa dihukum dgn pasal turut menikmati hasil KORUPSI???

Orang Bodoh dan Orang Pintar

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis…
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi
staf-nya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN :
Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??

KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah ‘resiko’ dan ‘berusaha’,
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk
selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh…

Diamanakah posisi anda saat ini…
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang…

Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.
Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya,
Lalu perhatikan apa yang terjadi…

Sumber: http://purwodadi.net/2012/02/25/malinda-dee-orang-bodoh-dan-orang-pintar/

Masa depan kita adalah mobil listrik

Masih kita ingat sulitnya Korea Selatan dalam mengembangkan mobil nasionalnya. Lihat juga Malaysia yang belum juga sukses mengembangkan mobil nasionalnya (Proton). Korela Selatan sudah mulai mengembangan mobil nasional pada era 1980-an. Saking getolnya dalam memasarkan, maka salah satu pabrikan andalannya yakni KIA rela diganti mereknya dengan Timor di Indonesia. Mobil Timor ini merupakan CBU (completely Built Up) dari Korea Selatan, yang sudah bernama KIA Sephia.

Sekian lama mereka mengembangkan mobnas-nya akan tetapi selalu terbentur dengan tembok persaingan mobil-mobil yang memiliki brand kuat. Sebagai contoh, apa yang dibuat KIA dengan Sephia-nya adalah mobil sedan medium dengan kapasitas mesin 1.500cc mendapat tekanan secara langsung oleh Toyota Great Corolla, Suzuki Esteem, maupun Daihatsu Charade. Belum lagi tekanan persaingan dari pabrikan Amerika seperti Ford dengan Sunny, ataupun pabrikan lain di Eropa. Dihimpit kiri kanan, maka KIA Sephia dapat dikatakan gagal di pasar, dan harus rela dijual “mentah” pada Tommy Suharto.

Melihat kegagalan ini,  nafsu sebagian orang Indonesia untuk mengembangkan Mobnas seperti model Esemka dengan produk sport utility vihicle (SUV) Rajawali patut dievaluasi ulang. Berkaca dari kasus KIA Sephia, maka Esemka Rajawali secara head to head akan berhadapan dengan SUV sejuta umat yakni Daihatsu Terios dan Toyota Rush. Bahkan Honda saja tidak mau bertarung di segmen ini, apalagi Esemka yang belum punya brand di bidang otomotif?

Jadi bagi saya, sulit bagi Ina untuk dapat mengembangkan mobnas dengan segmen yang sudah matang sekarang yang dikuasai oleh  pabrikan seperti: Toyota, Honda, VW, Mercedez, Ford, KIA, Hyundai, Mazda, Suzuki dll. Dapat dipastikan kita akan kalah dengan brand yang mantap tersebut. Jika orang (konsumen) disuruh memilih, mereka niscaya akan memilih Toyota, Honda, Hyundai, BMW atau sejenisnya dibandingkan dengan Esemka. Nah, lain halnya jika kita masuk ke segmen mobil listrik, karena belum ada brand yang setle.

Di sini lah letak opportunity-nya. Merek untuk mobil hybrid/listrik itu belum sekuat mobil dengan BBM fosil, jadi kita bisa mencuri selera pasar Indonesia yang memang belum mengenal mobil hybrid. Istilahnya, kita menyalip di tikungan. Kisah ini juga dilakukan oleh Hyundai ataupun KIA yang sukses masuk pasar Indonesia dengan mengembangkan produk city car yang sedang booming saat itu. Hyundai dengan ATOZ dan KIA dengan Visto berhasil mencuri perhatian publik di Indonesia. Mereka hanya bersaing dengan Suzuki Karimun di segmen ini. Mobil yang muncul kemudian juga tidak berani masuk ke segmen city car low end. Toyota Yaris, Suzuki Swift, HOnda Jazz memilih mencari segmen yang berbeda dengan Hyundai ATOZ, KIA Visto dan Suzuki Karimun.

Meskipun pencetus Mobnas Esemka telah menyatakan bahwa segmen Esemka Rajawali berbeda dengan SUV lainnya, tetap saja akan sulit bergerak di segmen yang sudah mapan itu. Jadi, sudah selayaknya mobil listrik adalah masa depan mobil nasional kita untuk masuk ke industri pabrikan mobil.